Kamis, 23 April 2009

Kisah Cinta Dari Palestina





Sahabatku, Sukaina masih saja terus sering memikirkan aku, Tak pernah bosan mengirimkan beberapa surat kepadaku... dengannya selalu hadiah-hadiah mungil disertakan didalam bungkus amplop besar.

Aku mengenalnya lebih dari 6 Tahun, Tapi kita memang belum pernah bertemu satu sama lain.
Persahabatan hanya sebatas Email, Telefon, SMS, Yahoo Messenger dan Surat-Surat yang dia kirimkan ke alamatku.

Dia tinggal di Haifa, yang kini diduduki oleh Israel. Seluruh anggota keluarganya mengenalku, Ayahnya seorang Dokter dan dia sendiri adalah therapist.
Kabar-kabar dari Palestina selalu aku dapatkan dari dia, dan teman-temannya yang dia kenalkan padaku.

Malah, dulu sewaktu musik selalu menghiasi hari-hariku...
Dialah yang menjadi motivator untuk menghentikan kebiasaan itu.
Hadiah pertama yang dia berikan lewat suratnya adalah Sebuah Kaset Qur´an dari Syaikh Sa´ad Alghamidi.
Dulu, siapa tahu kalau Sa´ad Alghamidi adalah Qari terkenal...
Siapa tahu kalau kasetnya bertebaran di Indonesia.
Karena setiap pergi ke toko Kaset yang aku lirik hanya kaset-kaset dari Band-Band terkenal.

Pertama aku mendengarkan Qiraah dari kaset itu, aku sangat kagum.
Indah... Dan tidak pernah Bosan...
Kaset itu aku putar setiap hari.
Hingga lebih dari satu Tahun.
Hingga kaset itu rusak.
Bahkan aku telah membuang dan membakar Kaset-Kaset musik, karena merasa cukup dengan Kaset itu saja.

Sahabatku, memang sangat baik.
Meski belum pernah berjumpa, tapi malah kita saling mengerti.
Kita saling berbagi.
Kalau berbicara tentang kasus Palestina, kita gunakan kode-kode khusus.
Yah.. Karena si penjajah suka menyadap.

Suatu hari, dia berniat untuk menikah.
Dengan salah satu Ikhwan dari Lebanon.
Waktu itu aku sangat bahagia, bagaimana tidak?
Mendengar sahabatku akan segera menikah menyusulku.
Bahkan aku katakan kepada suamiku,
kalau dia menikah... aku ingin pergi menghadiri walimahannya.

Entah mengapa, satu email di Inbox darinya mengatakan bahwa pernikahannya batal.

Dia tak memberiku alasannya.

Hingga suatu pagi dia menelponku, menyuruhku untuk online di YM kalau ada waktu.

Dia katakan bahwa Cintanya Terlarang???

Ha??

"Aku tak bisa menikahi laki-laki dari Lebanon, kedua negara tak mengijinkannya"

"Tapi, kamu berdua adalah Muslim... kalian bisa pergi ke Negara Muslim lainnya."

"Dina, Tapi aku berwarga negara Israel. Sungguh sulit diterima dibeberapa Negara Muslim. Meskipun aku sendiri Orang Arab. Keadaan memang tak mendukung. Dan di Pihak laki-laki, keluarga mereka sama sekali tidak bahagia ketika mendengar anaknya ingin menikahi Wanita berwarga negara Israel"

Oh.... I am Just Sad now.
Aku hanya bisa berdoa... Semoga Allaah mengganti dengan lebih baik.

Senin, 20 April 2009

Bahaya : Flouride


Proyek Codex Alimentarius

Dulu sewaktu saya di Swiss ada Merek pasta gigi terkenal dan termahal "ELMEX" dimana di Iklan mereka selalu menekankan "Flouride Free" ---> Tidak mengandung Flouride. Kenapa malah ditonjolkan tidak mengandung Flouride? Bukankan "KONON" Flouride membantu untuk menguatkan gigi???

Di salah satu website Kesehatan Muslim yang dibentuk oleh beberapa Dokter dan Ahli Gizi Salafy juga berkata demikian.
Silahkan Kunjungi :
Dentist Explains Why Fluoride in Water is Harmful

Sebenarnya sudah lama manusia dicecoki racun untuk mati pelan-pelan. Salah satunya kandungan fluoride di pasta gigi dan air minum dan asam aspartam (pemanis buatan) di minuman ringan seperti coca-cola zero (less sugar). (Ada juga di Diabetes Sugar)

Fluorida di pasta gigi dianggap memperkuat kesehatan gigi adalah kebohongan. Oleh persatuan dokter gigi di seluruh dunia dianggap sehat, karena akan memperkaya pundi-pundi mereka karena pasien dokter gigi akan bertambah, Atau karena si dokter memang diajari hal-hal seperti itu. Fluorida dicecoki ke manusia terutama anak-anak(pada pasta gigi) karena efeknya akan mengurangi IQ** mereka sehingga ketika mereka dewasa, mereka tidak dapat 'melawan' keadaan dunia yang sudah terkontrol oleh 'mereka'.

** Five studies from China show a lowering of IQ in children associated with fluoride exposure (Lin Fa-Fu 1991; Li 1995; Zhao 1996; Lu 2000; and Xiang 2003a, b). One of these studies (Lin Fa-Fu 1991) indicates that even just moderate levels of fluoride exposure (e.g. 0.9 ppm in the water) can exacerbate the neurological defects of iodine deficiency.

Silahkan baca ini:
50 alasan menolak fluorida oleh Paul Connett, PhD
Professor of Chemistry
St. Lawrence University
Canton, NY 13617

http://www.fluoridealert.org/50-reasons.htm


RECOMMENDED
Coba nonton ini dew(Esoteric Agenda):

http://www.youtube.com/watch?v=ngwDLDN6KFw
http://video.google.com/videoplay?docid=5329003820626343107
1.Fluoride itu pada dasarnya bahan baku dari racun tikus(sodium fluorida).
2. Asam aspartam terdiri dari 3 racun yaitu: Metanol,Aspartat, dan Fenilanin.
Metanol penyebab kebutaan, asam aspartat penyebab kelainan otak, Fenilanin penyebab kerusakan jaringan otak.
3. di Indonesia, air minum berfluoride sudah diproduksi sangat massal yaitu oleh Danone dengan produk yang sudah mendarah daging di bawah sadar rakyat Indonesia: AQUA.

Sabtu, 18 April 2009

Musim Semi...


Kecintaan yang berlebihan terhadap Matahari?
Pikirku...

Melihat orang-orang sangat girang ketika melihat Matahari.

Memang, salju telah habis.
Musim dingin telah pergi.
Bunga-bunga kini bermekaran, Pohon-Pohon menghijau yang sebelumnya kering hanya dahan-dahan saja yang terlihat.

Suamiku juga bahagia karena cuaca menghangat, dia menyiapkan karpet dan kursi Lounge di Taman depan rumah.

" For What ? " Tanyaku.
" I want to see Sun! "
" O... "
" I want to darker my skin, Insha Allah "
" Darker?? Hahaha "

Heran, melihat para Bule yang ingin kulitnya terlihat lebih gelap.
Padahal Jutaan Orang Indonesia menghabiskan banyak uang agar kulitnya terlihat lebih Putih.

Oh... Mengenang Indonesia... Dimana setiap hari bisa bermandi matahari.

Insha Allah, Akan kembali secepatnya di Negeri Tercinta... Dimana Adzan selalu menggema.

Rabu, 25 Maret 2009

Surat Ibnu Taimiyah untuk Bunda.




Bismillahirrahmanirrahim.

Dari Ahmad bin Taymiyyah kepada ibunda yang kami sayangi dan kami hormati, semoga Allah memberkahi usianya, memberikan beliau keselamatan dan kelapangan, serta menjadikan beliau sebagai salah satu hamba-Nya yang terbaik.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kami memuji Allah, Zat yang paling berhak untuk dipuji. Tiada yang berhak diibadahi melainkan hanya Dia. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi terakhir dan imamnya orang-orang shalih, Muhammad, hamba dan utusan-Nya.

Sungguh karunia Allah telah datang dengan melimpah, pertolongannya pun tiada pernah berakhir. Ananda pun bertahmid memuji-Nya, meminta-Nya untuk menambah kemurahan-Nya. Kemurahan Allah tidak akan berpaling darimu wahai ibuku yang berbahagia.
Sungguh bunda, keberadaan ananda di Mesir adalah adalah karena perkara yang penting, bila tugas (dakwah) ini ditinggalkan, maka akan timbul penyimpangan dan kerusakan bagi agama dan dunia kita.

Bunda… Berada jauh dari bunda bukanlah jalan yang ingin ananda pilih. Jikalau burung dapat membawa kita, ananda pasti akan datang kepadamu. Namun bunda, ketidakhadiran ananda di sisi bunda ada sebabnya. Dan bila bunda melihat keadaan kaum Muslimin, bunda pun pasti akan memilihkan bagi ananda tempat yang sama sebagaimana ananda berada sekarang.

Sungguh bunda, ananda selalu berdoa kepada Allah untuk menunjuki kita kepada pilihan yang tepat, dan ananda selalu berdoa bagi kebaikan bunda. Ananda juga memohon kepada Allah untuk memberkahi kita dan seluruh kaum muslimin, dengan rahmat yang meliputi keselamatan dan kemanfaatan.

Allah telah bukakan bagi ananda gerbang keberkahan, ampunan, serta hidayah melalui jalan yang tiada ananda kira sebelumnya. Dalam keadaan selalu ingin pulang ke pangkuanmu wahai ibunda, ananda pun beristikharah. Ananda tidak bisa membayangkan jika Allah tetapkan pilihan bagi diri ananda untuk menyukai perkara duniawi atau hanya merasa cukup dengan amalan ibadah yang lebih sedikit agar bisa dekat dengan dirimu, bunda. Di sini, di Mesir masih banyak perkara yang tidak bisa ananda tinggalkan, karena takut akan bahayanya, secara umum maupun secara pribadi, dan sungguh saksi-saksi itu melihat apa yang tidak dilihat oleh orang yang hadir.

Ananda ingin bunda banyak berdoa kepada Allah. Mintalah agar Dia memberikan hidayah kepada kita dan memilihkan jalan yang terbaik bagi kita. Karena Allahlah Yang Maha Mengetahui, sedangkan kita tidak. Dialah yang mampu, adapun diri kita adalah lemah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Merupakan sebuah kebahagian bahwa anak Adam melakukan istikharah dan senang dengan apa yang Allah takdirkan bagi dirinya. Dan merupakan kesesengsaraan jika seorang anak Adam meninggalkan istikharah dan berkeluh kesah dengan takdir Allah.”

Sungguh, seorang pedagang dalam perjalanannya mungkin takut kehilangan uang, oleh karena itu dia menetap di sebuah tempat agar dia bisa berjalan lagi. Permasalahan yang sedang kami hadapi di sini begitu besar untuk dijabarkan, akan tetapi tiada daya dan upaya melainkan hanya melalui Allah.

Dan akhirnya, tolong sampaikan salam ananda untuk semua keluarga, tua dan muda, para tetangga, sahabat-sahabat, serta karib kerabat kita.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Walhamdulillah, washalatu wassalamu ‘ala Muhammad, wa ‘ala ahlihi wa ashhabihi.

(Diterjemahkan oleh Wira (wiramandiri.wordpress.com) dari www.abdurrahman.org)

Mempelajari Ilmu Kedokteran dan Tekhnik termasuk Tafaqquh Fid Diin?



Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Soal: Apakah ilmu-ilmu, seperti ilmu kedokteran dan tekhnik termasuk tafaqquh fid diin (mempelajari agama)?

Jawab:
Mempelajari ilmu-ilmu ini tidak termasuk tafaqquh fid diin, karena di dalamnya orang tidak mempelajari Al Qur’an dan As Sunnah. Akan tetapi, ilmu-ilmu ini termasuk dalam perkara-perkara yang dibutuhkan oleh kaum muslimin. Oleh karena ini sebagian ulama mengatakan: Mempelajari perindustrian, kedokteran, teknik, geologi, dan yang sejenisnya termasuk fardhu kifayah, bukan karena ilmu-ilmu ini termasuk ilmu syariat, akan tetapi karena tidak sempurnanya mashlahat umat tanpa ilmu-ilmu ini.

Oleh karena itu, saya ingatkan kepada saudara-saudara saya yang mempelajari ilmu-ilmu semacam ini untuk menjadikan niat belajarnya agar bisa memberikan manfaat kepada saudara-saudara mereka sesama muslim dan juga agar bisa mengangkat derajat umat Islam.

Sekarang, jumlah umat Islam milyaran. Jika Anda menyibukkan diri Anda dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi kaum muslimin, maka ini adalah kebaikan yang banyak. Kita tidak akan butuh lagi orang-orang kafir untuk menghasilkan keadaan yang sempurna, bahkan kadang kita tidak butuh lagi bantuan mereka dalam perkara-perkara yang darurat.

Ilmu-ilmu ini, jika seseorang meniatkan (mempelajarinya) untuk menegakkan kemaslahatan hamba-hamba Allah, maka aktifitas menjadi sebuah taqarrub, pendekatan diri kepada Allah. Bukan karena zat/bentuknya, akan tetapi karena niatnya.

Adapun jika dimasukkan ke dalam tafaqquh fid diin maka ini bukanlah tafaqquh fiddiin, karena tafaqquh fid diin adalah memahami hukum-hukum syar’i dan qadari, dan memahami Zat Allah, nama, dan sifat-Nya.

(Diterjemahkan untuk blog www.ulamasunnah.wordpress.com dari Kitabul Ilmi soal nomor 83)

Senin, 16 Maret 2009

I Love You Dad

My dear, Allaah. How wonderful You are. You have blessed us immensely, yet we fail to thank You for these blessings. Despite this fact, You continue to bless us every day, in so many ways.

O Allaah, You are so Lovely. You guided us to the straight path and informed us of the deeds we should perform in order to enter Jannah. However, we are so imprudent that we neglect those deeds which will take us to Jannah.

O Allaah, How is my daddy? He is well isn’t he? You have admitted my daddy into Your Heavens, haven’t you?

O Allaah! My daddy abandoned everything and sacrificed his life to glorify Your Deen. He did not give priority to anything in this World; neither wealth, nor property; as a matter of fact, he forgot about everything else and just remembered that Islam should be superior on this Earth.

O Allaah! It is for this reason that he used to tell us stories about Umar ibn Khatab, about Tariq Bin Ziyyad and of Khalid Bin Waleed.

Eventually, he too, like them, raised arms against the enemy and continued to fight until the last drop of his blood had spilt from his body.

O Allaah! Give my Salaam to my daddy and tell him that his little boy is absolutely fine. O Allah, please also tell him that his little boy will try the first fast of his life, during this Ramadhan.

Oh Allaah ! Tell my daddy not to be worried in our absence; the life of this world is very short. Mummy says that the life of this world will end suddenly, and then no mummy, daddy, brother, sister, son, or daughter will be of any use.

However on that day the Shaheed will be able to intercede for seventy members of his family and lead them into Jannah (Paradise).

O Allaah! Tell my daddy that whenever mummy talks to me about him, she is very sorrowful, but she gives me a lot of courage. She weeps silently, but has never cried impatiently and uncontrollably.

O Allaah! Tell my daddy not to get distressed. My mummy is very courageous. She earns a living by sewing clothes and washing dishes for people in our neighbourhood. She sends me to school during the day and to the mosque in the evening. At the mosque I learn the Qur’an from the Qari. My mummy has never complained to anyone. Instead, at night-time after finishing her work, she tells me stories of bravery and courage, as my daddy used to.

O Allaah! Eid is near. The other children are going to buy new shoes with their daddys’. They have had new garments tailor-made and have bought Eid gifts to exchange with friends. Whenever I ask mummy to buy me some new shoes and clothes she does not answer me. She just remains silent and goes into the other room. Now I have stopped asking her. Maybe she has a good reason.

But Allaah! Tell my daddy not to worry. Even if I do not get new clothes, even if I do not get new shoes; so what? Eid is but a day, it will pass. Instead of passing the day playing, as children do and instead of going to the markets, I will spend it in the company of my mummy. Anyway, I am no longer a child. I have matured. My courage and resolve are very strong.

O Allaah! Tell my daddy that we are very happy. We do not lack anything. Just tell daddy to remember us; and Allaah, tell my daddy not to worry, as I no longer cry.
There is no-one who will lovingly tell me off, there is no-one to play fight with me, there is no-one who will pretend to be upset with me, but mummy tries to ensure that I am always happy.

When I hear the sorrow of my friends in here (Afghanistan) and from the childrens of Iraq, Palestine, Bosnia, Albania and Checnya that their homes have been destroyed and their parents murdered by the oppressors, I forget about my own sorrows. I see their pictures in the newspapers; they sit despondently; some sit on the rubble of their houses, some sit forlorn on the dead bodies of their relatives. And that is why Allaah, I would like you to tell my daddy not to worry, because I am not sad.

wrote by a lil mujahid, Abdul Hameed Hamza.
(Translated to English by Umm Rawhiyah)

Sabtu, 28 Februari 2009

Love Letter





A Mujahid´s Letter to his Wife.
DEDICATED TO MY PRINCESS:

I Never Left You...

You never complained when you knew we would have nothing. You were contempt on having what little you needed.

Where others would have left or moaned you never once let out a sigh. You understood what was written was what we would eat.

I never once complained about what was put in front of me as I knew it was your hands that brought it to me.

When I had nothing I had you. We smiled as we saw the destruction around us knowing that these people were not true.

You never felt sympathy towards the enemy. You put your trust in your Rubb and in turn you followed me. Never did I have to wonder about you as my secrets my honour and my Deen were safe with you.

It's the little things that make the person and you would have easily have kept me going for a lifetime.

I loved your jealousy. I loved to tease you with the thought of others just so I could know how dear I was to you.

The way you would look at me with fire in your eyes showed me that I was the only one for you. You stole my heart and hide it away. You know your place it's by my side.

What chance did shaytan have when you would ensure that fajr was the easiest of the salahs. I loved that you would forsake me in an instant to fast a voluntary fast. I loved that the Haq was dearer to you then my life and those of our jewels.

Watching you makes me laugh as I wonder if my heart will ever want another as I watch you feed my child, as you lift him out of the bath, as you wipe his little nose and the face he pulls. You will never find a diamond in the hands of the poor in the same way our diamond deserves to be carried in your hands. We could have it all my love but who sells Paradise for an hour of passing pleasure? Not us.

I chose you O.. My princess as I know our fruits are safe with you.

Never would I have to worry about where the loyalties of my babies are. They will love what we love they will love Allah Most Glorified Most High, they will Love the Prophets and the best of Companions, They will love those who they have never met but will long to meet. They will love those better then us. They will live to honour one statement. Others will fall under the weight of La ilahailallaah but not them. Their hearts will beat it, their words testify to it and their hands carry it.

I told you once that only 2 things will have me. You and death. My life was with you but now I must marry again. I must marry what was promised to me the moment I was born. I must marry my fate and in turn I must marry death. After death will come reckoning and if I stand with the best of creation I will with the permission of Allah Lord of the Heavens and the Earth I will beg for you. None was worthy to stand next to me in this life so why is it I should desire another in the next?